Description
Bumbu kacang adalah salah satu ciri khas masakan Indonesia yang digunakan di banyak jenis masakan khas Indonesia seperti sate, gado-gado, karedok, ketoprak, batagor, siomay, pecel, dan lainnya. Namun setelah mulai mempelajari naturopathy, aku baru menyadari betul bahwa kacang tanah adalah salah satu bahan pangan rutin orang Indonesia yang pro-inflamasi, maka perlu segera mulai dieliminasi dan substitusi.
Kacang tanah dianggap sebagai pemicu inflamasi bagi mayoritas orang karena kandungan asam lemak omega-6 yang tinggi, khususnya asam linoleat. Selain itu, kacang tanah merupakan alergen yang sangat umum secara global, dan dapat memicu respons imun pada mayoritas orang. Kacang tanah juga bahan pangan yang paling mudah terkena jamur Aspergillus, karena iklim Indonesia yang tropis. Jamur ini mengandung aflatoksin level tinggi yang telah dikaitkan dengan masalah inflamasi dan imunitas tubuh, terutama untuk kamu yang menghadapi masalah autoimmune. Itulah mengapa banyak orang mudah berjerawat, ketika rutin konsumsi kacang tanah.
Resep ini cocok untuk kamu yang sangat menyukai bumbu kacang ala Indonesia, namun ingin eliminasi kacang tanah (ataupun aneka jenis kacang pohon lainnya) untuk bantu menurunkan inflamasi tubuh. Selain penjelasan, kursus ini juga termasuk shopping list mudah dibeli pada situs marketplace di Indonesia.
Resep ini dirancang:
- Bebas kacang (nut-free), termasuk kacang mede, almond, walnut, dan kenari
- Bebas gula proses, termasuk gula kelapa, gula aren, gula singkong, dll. Resep ini menggunakan pemanis dari buah utuh. Gula proses dapat digunakan, namun menjadi opsional.
- Tinggi lemak sehat, untuk bantu turunkan kolesterol buruk
- Vegan Gluten Free (VGF)
- Bersifat bumbu dasar, maka dapat dimodifikasi lagi
- Minim alat memasak (hanya membutuhkan panci kukus, baskom aduk, dan blender idealnya dengan aksesoris wet mill)
- Awet dan bisa masuk freezer untuk stok banyak
- Bisa menjadi produk jualan bagi para pemilik bisnis segmen industri makanan real food, pola makan naturopathy, pola makan minim inflamasi








Reviews
There are no reviews yet.