Description
Orang Indonesia secara umum cukup teredukasi bahwa perlu minum air sekitar 2 liter per hari sebagai orang dewasa, dan banyak sudah berhasil menjadikannya sebuah kebiasaan standar rutin. Namun banyak orang tidak sadar bahwa keberhasilan minum “air putih banyak” ternyata tidak mumpuni sebagai indikator keberhasilan rehidrasi mencapai ke level sel. Aku pun dulu salah satunya, dan aku pun merasakan dampaknya buruknya yang sangat banyak secara sistemik. Jika kita dibesarkan di sistem sekolah konvensional dan kesehatan allopathy, kita juga tidak terlalu paham tentang memilih air untuk hidrasi sel, dan cara kerja hidrasi sel. Untuk itu, aku hadirkan kursus ini untuk bantu menggulirkan proses relearning bersama mengenai air, hidrasi sel (cellular hydration), kelenjar limfa, dan darah secara holistik (fisik-etheric-mental spiritual-esoterik).
Pemanduan ini merupakan kompilasi dari hasil aku proses belajar ulang mengenai berbagai gejala kronis tubuh sistemik (terutama pencernaan-detoksifikasi-sistem endokrin-limfa) melalui berbagai konsep kesehatan holistik. Di proses itu kurang lebih dua tahun tersebut, aku dihadirkan pada praktik pemahaman kembali ke pondasi elemen utama tubuh manusia, yaitu air. Konsumsi air putih merupakan praktik kesehatan holistik yang sangat sederhana dan sangat krusial, tapi begitu mudah kacau di kehidupan modern.
Dehidrasi seluler ternyata sangat tersambung pada hampir semua gejala kronis fisik, terutama yang sudah menjadi komplikasi sistemik (seperti hormonal imbalance, berbagai alergi, autoimmune, diabetes tipe 2, permasalahan jantung, MCAS, POTS, SIBO, obesitas, dll), dan juga terhubung ke patah tulang, gangguan paru-paru, kesehatan ginjal yang buruk, asam urat, pertumbuhan tulang (taji), tumbuhnya batu-batuan, kanker kandung kemih, kanker usus besar, infeksi saluran kemih, sembelit, gigi berlubang, pembentukan katarak, dll. Dehidrasi sel juga sangat mempengaruhi kualitas darah serta pembuluh darah mengingat kandungan darah adalah air, sedangkan sistem peredaran darah adalah sistem “kendaraan” pembawa asupan kehidupan organ. Selain itu, banyak perilaku standar lifestyle ala orang Indonesia juga membuat dehidrasi sel, seperti hobi ke coffee shop sehingga konsumsi kopi rutin, merokok/vape, jajan-jajan ultra processed food pinggir jalan, jajan fast food di mall (yang berisi makanan tinggi MSG, tinggi sodium, dan minuman high fructose corn syrup), masuk minimarket atau warung beli minuman kemasan dan makanan kemasan, memasak dengan garam beryodium biasa, selalu beli pesan minum berisi minuman gula tebu rafinasi biasa, menunda makan, sakit sedikit langsung minum obat kimia sintetis, berkegiatan di ruangan AC seharian, mobil dengan AC seharian, memilih hemat bukan memilih diri, dll.
Penjelasan kursus ini berfokus pada orang dewasa, namun konsep dan rekomendasinya sangat dapat digunakan untuk semua usia. Selain penjelasan, kursus ini juga termasuk shopping list mudah dibeli pada situs marketplace di Indonesia.
Selain pemanduan protokol untuk lapisan tubuh fisik, aku juga memberikan panduan mental serta spiritual, yaitu kaitan kekerasan pada dehidrasi sel, dan lemahnya keimanan. Hidup di dalam sistem disfungsional berbalut kekerasan akan membuat seseorang defisiensi pada semua lapisan tubuhnya, seperti dalam situasi ini menjadi “kering kerontang” dan diserap habis. Aspek spiritual-esoterik dari dehidrasi sel akan aku jelaskan menggunakan prinsip TCM, dan spleen center dari sistem Human Design. Maka, aku juga sangat rekomendasi untuk setiap orang yang memiliki Human Design dengan splenic authority untuk mengambil kursus ini. Silahkan baca lebih lanjut mengenai Human Design pada tautan kursus ini.
Berikut adalah gejala umum dan gejala spesifik jantung/darah karena dehidrasi sel. Keluarkan pena, dan catat hasilnya!
Gejala umum dehidrasi sel:
- Pencernaan (maag kambuh paska enema kopi, GERD, maag, sembelit)
- Mata (mata kering, mata kedutan, mata turun atau ptosis, kelopak mata masuk, mata cekung atau sunken eyes, pembentukan katarak)
- Kelenjar limfa – Kulit (tumit pecah-pecah, keriput halus wajah, kulit kering wajah kasar berpasir, susah berkeringat, eczema, biduran)
- Ginjal – Liver (ISK, minum namun langsung urinasi, asam urat, aneka hormonal imbalance, PCOS, diabetes tipe 2, batu ginjal, batu empedu, dll)
- Sindrom metabolik (tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, lingkar pinggang besar- obesitas perut, trigliserida tinggi, dan kolesterol HDL “baik” rendah)
- Mulut (mulut kering, gigi berlubang, sariawan, bibir kering, bau mulut)
- Fungsi kognitif/saraf (migren, demam kejang, kejang, brain fog, susah fokus, oleng, susah mengingat, susah bicara/menjelaskan)
- Edema di kaki
- Urin pagi berwarna pekat, dan berbau menyengat
- Otot – Sendi (kram kaki, otot terasa lemah, otot kedutan, cepat lelah berdiri, cepat lelah berkegiatan rutinitas standar sehari-hari, otot kaku, otot nyeri, sendi lelah, sendi berbunyi)
- Kualitas tidur buruk
- Susah turun berat badan, obesitas
- Craving asin, atau sebaliknya craving manis
Permasalahan darah/jantung/dada karena dehidrasi sel*:
- Denyut jantung per menit tinggi (high heart rate)
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
- Pengentalan darah
- Kadar gula darah tinggi (high blood sugar)
- Jantung berdebar kencang atau terlalu lambat, pusing atau kliyengan, sesak napas, nyeri dada, pingsan atau hampir pingsan (aritmia)
- Tekanan darah turun secara tiba-tiba ketika berdiri dari posisi berbaring, kunang-kunang/oleng ketika berdiri mendadak dalam waktu tiga menit setelah berdiri (hipotensi ortostatik)
- Detak jantung cepat (takikardia)
- Pingsan karena penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (sinkop)
- Mimisan









Reviews
There are no reviews yet.